Tampilkan postingan dengan label MODUL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MODUL. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Juli 2010

Repair Windows Xp Tanpa Install Ulang

Repair Windows Xp Tanpa Install Ulang
Bismillah, pengetahuan dan ilmu akan bertambah ketika kita mau belajar dari sebuah pengalaman, baik itu pengalaman yang pait maupun pengalaman manis, makanya ada pepatah "The Experience is the best Teacher" pengalaman adalah guru yang terbaik. Seperti biasanya saat menemui PC yang rusak, missing, system corrupt dst, cara cepat ya langsung format dan install ulang, tapi lain halnya kali ini, PC dirumah rusak, muncul peringatan bahwa windows missing jadi gak bisa ngeload windows, pikiran cepat biasanya format install ulang PC, tapi kepikiran juga, software aplikasi yang sudah terinstall sudah buanyak banget, so mending cari jalan keluar lain saja dech, soalnya pada waktu yang lalu sudah pernah baca di artikel tetangga, ada trik Repair Windows Xp Tanpa Install Ulang, berburu tanya si mbah google dan akhirnya ketemu juga.

Berikut beberapa tips dan triknya, semoga bermanfaat:


NTOSKRNL Rusak atau Hilang (Missing or Corrupt)

Jika Anda mendapati pesan error bahwa “NTOSKRNL not found” / NTOSKRNL tak ditemukan, lakukan:

1. Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.
2. Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.
3. Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai. Biasanya angka 1
4. Pindahlah ke drive CD Drive Anda berada. Tulis: CD i386
5. Tulis: expand ntkrnlmp.ex_ C:\Windows\System32\ntoskrnl.exe
6. Jika Windows XP Anda terinstal di tempat lain, maka ubahlah sesuai dengan lokasinya.
7. Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT
8. Selesai



HAL.DLL Rusak atau Hilang (Missing or Corrupt)

1. Jika Anda mendapatkan error berkenaan dengan rusak atau hilangnya file hal.dll, ada kemungkinan
2. file BOOT.INI mengalami salah konfigurasi (misconfigured).
3. Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.
4. Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.
5. Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai. Biasanya angka 1
6. Tulis: bootcfg /list
7. Menampilkn isi/masukan pada file BOOT.INI saat ini
8. Tulis: bootcfg /rebuild Memperbaiki konfigurasi dari file BOOT.INI
9. Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT


Direktori \WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG rusak atau hilang
Jika Anda mendapatkan error dengan tulisan :

“Windows could not start because the following files is missing or corrupt
\WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG\SYSTEM or \WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG\SOFTWARE”

1. Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.
2. Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.
3. Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai. Biasanya angka 1
4. Masukkan password administrator jika diperlukan.
5. Kemudian masuk ke c:\windows\system32\config dengan cara Tulis: cd\windows\system32\config
6. Copy system bila yang rusak system dengan cara ketik: copy\windows\repair\system
7. Copy software bila yang rusak bagian software dengan cara ketik: copy\windows\repair\software
8. Tekan huruf y apabila ada pertanyaan mereplace file system yang lama.
9. Ketik Exit dan keluarkan CD Anda.

NTLDR atau NTDETECT.COM tak ditemukan (NTLDR or NTDETECT.COM Not Found)

Jika Anda mendapati error bahwa NTLDR tak ditemukan saat booting:


1. Untuk partisi tipe FAT

Silakan Anda melakukan booting dari disket Win98 Anda dan salinlah file NTLDR atau NTDETECT.COM
dari direktori i386 ke drive induk/akar (root) C:\

2. Untuk partisi tipe NTFS

* Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.
* Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.
* Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai. Biasanya angka 1
* Masukkan password administrator jika diperlukan.
* Masukkan perintah berikut, dimana X: adalah alamat drive dari CD ROM Anda (Sesuaikan!).
* Tulis: COPY X:\i386\NTLDR C\:
* Tulis: COPY X:\i386\NTDETECT.COM C:\
* Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT
Read More..

Rabu, 05 Mei 2010

KOMPUTER DAN JARINGAN

TOPOLOGI DAN TIPE JARINGAN
*Topologi Jaringan
Topologi adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya sehingga membentuk jaringan. Cara yang saat ini banyak digunakan adalah Bus, Token-Ring, dan Star Network. Masing-masing topologi ini mempunyai ciri khas, dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.

a) Topologi Bus
Pada topologi Bus digunakan sebuah kabel tunggal atau kabel pusat di mana seluruh workstation dan server dihubungkan.



Keuntungan
• Hemat kabel
• Layout kabel sederhana
• Pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain
Kerugian
• Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
• Kepadatan lalu lintas pada jalur utama
• Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan
• Diperlukan repeater untuk jarak jauh

b) Topologi Token Ring
Di dalam topologi Ring semua workstation dan server dihubungkan sehingga terbentuk suatu pola lingkaran atau cincin. Tiap workstation ataupun server akan menerima dan melewatkan informasi dari satu komputer ke komputer lain, bila alamat-alamat yang dimaksud sesuai maka informasi diterima dan bila tidak informasi akan dilewatkan.





Kelemahan dari topologi ini adalah setiap node dalam jaringan akan selalu ikut serta mengelola informasi yang dilewatkan dalam jaringan, sehingga bila terdapat gangguan di suatu node maka seluruh jaringan akan terganggu.
Keunggulan topologi Ring adalah tidak terjadinya collision atau tabrakan pengiriman data seperti pada topologi Bus, karena hanya satu node dapat mengirimkan data pada suatu saat.

c) Topologi Star
Pada topologi Star, masing-masing workstation dihubungkan secara langsung ke server atau HUB. Keunggulan dari topologi tipe Star ini adalah bahwa dengan adanya kabel tersendiri untuk setiap workstation ke server, maka bandwidth atau lebar jalur komunikasi dalam kabel akan semakin lebar sehingga akan meningkatkan unjuk kerja jaringan secara keseluruhan. Dan juga bila terdapat gangguan di suatu jalur kabel maka gangguan hanya akan terjadi dalam komunikasi antara workstation yang bersangkutan dengan server, jaringan secara keseluruhan tidak mengalami gangguan. Kelemahan dari topologi Star adalah kebutuhan kabel yang lebih besar dibandingkan dengan topologi lainnya.



Keuntungan
• Paling fleksibel
• Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain
• Kontrol terpusat
• Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan pengelolaan jaringan
Kerugian
• Boros kabel
• Perlu penanganan khusus
• Kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis

*Type Jaringan
Type Jaringan terkait erat dengan sistem operasi jaringan. Ada dua type jaringan, yaitu client-server dan type jaringan peer to peer.
a) Jaringan Client-Server
Server adalah komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputer-komputer lain di dalam jaringan dan client adalah komputer-komputer yang menerima atau menggunakan fasilitas yang disediakan oleh server. Server di jaringan tipe client-server disebut dengan Dedicated Server karena murni berperan sebagai server yang menyediakan fasilitas kepada workstation dan server tersebut tidak dapat berperan sebagai workstation.
Keunggulan
• Kecepatan akses lebih tinggi karena penyediaan fasilitas jaringan dan pengelolaannya dilakukan secara khusus oleh satu komputer (server) yang tidak dibebani dengan tugas lain seperti sebagai workstation.
• Sistem keamanan dan administrasi jaringan lebih baik, karena terdapat sebuah komputer yang bertugas sebagai administrator jaringan, yang mengelola administrasi dan sistem keamanan jaringan.
• Sistem backup data lebih baik, karena pada jaringan client-server backup dilakukan terpusat di server, yang akan membackup seluruh data yang digunakan di dalam jaringan.
Kelemahan
• Biaya operasional relatif lebih mahal.
• Diperlukan adanya satu komputer khusus yang berkemampuan lebih untuk ditugaskan sebagai server.
• Kelangsungan jaringan sangat tergantung pada server. Bila server mengalami gangguan maka secara keseluruhan jaringan akan terganggu.
b) Jaringan Peer To Peer
Bila ditinjau dari peran server di kedua tipe jaringan tersebut, maka server di jaringan tipe peer to peer diistilahkan non-dedicated server, karena server tidak berperan sebagai server murni melainkan sekaligus dapat berperan sebagai workstation.
Keunggulan
• Antar komputer dalam jaringan dapat saling berbagi-pakai fasilitas yang dimilikinya seperti: harddisk, drive, fax/modem, printer.
• Biaya operasional relatif lebih murah dibandingkan dengan tipe jaringan client-server, salah satunya karena tidak memerlukan adanya server yang memiliki kemampuan khusus untuk mengorganisasikan dan menyediakan fasilitas jaringan.
• Kelangsungan kerja jaringan tidak tergantung pada satu server. Sehingga bila salah satu komputer/peer mati atau rusak, jaringan secara keseluruhan tidak akan mengalami gangguan.
Kelemahan
• Troubleshooting jaringan relatif lebih sulit, karena pada jaringan tipe peer to peer setiap komputer dimungkinkan untuk terlibat dalam komunikasi yang ada. Di jaringan client-server, komunikasi adalah antara server dengan workstation.
• Unjuk kerja lebih rendah dibandingkan dengan jaringan client-server, karena setiap komputer/peer disamping harus mengelola pemakaian fasilitas jaringan juga harus mengelola pekerjaan atau aplikasi sendiri.
• Sistem keamanan jaringan ditentukan oleh masing-masing user dengan mengatur keamanan masing-masing fasilitas yang dimiliki.
• Karena data jaringan tersebar di masing-masing komputer dalam jaringan, maka backup harus dilakukan oleh masing-masing komputer tersebut.


Read More..